OPEN SOURCE
Open Source adalah pengembangan system yang memanfaatkan kode sumber yang terbuka untuk mengembangkan system tersebut. Kode sumbernya adalah kode sumber software. Tetapi tidak semua software menggunakan open source.
Kategori software:
1. Close Software
Pada software ini, kita sebagai pengguna tidak diperkenankan untuk menggunakannya apabila tak dapat izin dari si pemilik. Biasanya kita harus membeli terlebih dahulu untuk dapat menggunakannya dan kita tidak bisa mengubah atau mengutak atik software tersebut karena kodenya yang tertutup.
Contoh-contohnya sebagai berikut :
1. Operating System (Sistem Operasi), contoh : Microsoft Windows
2. Languages (Bahasa Pemrograman), contoh : Visual Basic, ASP, Pascal
3. Web Browser, contoh : Internet Explorer
4. Aplication (Aplikasi), contoh : Adobe Photoshop, CorelDraw
5. Office Suites (Aplikasi perkantoran), contoh : Microsoft Office
6. Server Aplication (Server), contoh : ColdFusion, IIS
7. Antivirus, contoh : Norton Antivirus, McAfee
8. Games, contoh : FIFA 2006, Winning Eleven, Spiderman

2. Share Software
Software yang bisa kita dapatkan dengan cara download atau freeware tetapi dalm penggunaannya adalah sebuah trial atau memiliki batasan penggunaan. Jadi setelah batasan penggunaan telah habis maka akan terpoteksi secara otomatis. Jadi ini sama saja sebuah promosi secara langsung oleh sang pemilik software.

3.Free Software
Kata “FREE” disini bukan berarti bebas tanpa aturan untuk menyalin, memodifikasi, dan mendistribusikan namun semua itu ada aturan dan syaratnya yang harus dipatuhi oleh pengembang dan penggunanya. Persyaratan tersebut tertuang dalam lisensi yang digunakan oleh Free Software.
Beberapa contoh software dalam kelompok ini adalah :
1. Operating System (Sistem Operasi) : Linux atau GNU/Linux, FreeBSD, dan GNUBSD
2. Languages (bahasa Pemrograman) : GNU C/C++, Perl, Phyton, dan Tcl
3. Windowing System (System Window) : The X Window System dan Xfree86
4. Web Browser : Mozilla FireFox, Opera, adn Netscape Navigator
5. Desktop : GNOME, KDE, dan GNUStepXfee
6. Aplication (Aplikasi) : ABIWord dan GNU Image Manipulation Program (GIMP)
7. Office Suites (Aplikasi Perkantoran) : OpenOffice dan Koffice
8. Server : Samba, Apache, PhP, Zope, MySql, dan PostgreSQL

4.Open Source
Ada kesamaan antara free software dan open source. Namun open source lebih di terima di Indonesia. Dalam open source kita dapat mengubah software yang telah di bentuk sedemikian rupa untuk di kembangkannya software tersebut.

Perangkat Lunak Sumber Terbuka
Adalah perangkat lunak yang kode sumbernya terbuka untuk di pelajari, diuibah, dikembangkan, dan disebarluaskan. Sehingga menjadi software baru atau memiliki tampilan dan isi yang berbeda dari perangkat lunak yang sebenarnya. Semua perangkat lunak bebas adalah perangkat lunak sumber terbuka, tapi sebaliknya perangkat lunak sumber terbuka belum tentu perangkat lunak bebas, tergantung kaidah yang dipakai dalam melisensikan perangkat lunak sumber terbuka tersebut.
Lisensi Open Source
Open source memiliki lisensi. Beberapa software yang bersifat open source memiliki lisensi untuk melegalkan software tersebut mencantumkan pengarang dari source code untuk disebarluaskan. Tanpa adanya lisensi, bisa saja orang mengaku dirinya sebagai penggagas dan pengembang software tersebut.
Jadi ketika kita menggunakan open source yang telah dikembangkan oleh kita lalu menyebarluaskan maka kita tidak akan perlu lagi membajak.
Beberapa Contoh Software Open Source
- Database : Tuxx Racer, KeePass Password Save
- Desktop : GNU/Win32, KeePass Password Save
- Development : Dev-C++, ZK – Ajax but no Javascript
- Enterprise : Compiere ERP + CRM Business Solution, JasperReports – Java Reporting
- Games : ZSNES, KoLmafia
- Multimedia : Weka–Machine Learning Software in Java, ZK – Ajax but no JavaScript
- Networking : FileZilla
- Security : Eraser, KeePass Password Safe
- Hardware : Tcl, Open HPI
- SysAdmin : TightVNC, phpMyAdmin
- VoIP : trixbox, freePBX
- CMS : Tuxx Racer, KeePass Password Save
Definisi Open Source
Open source tidak hanya berarti bebasnya akses terhadap kode sumber. Syarat-syarat distribusi open source software harus memenuhi kriteria-kriteria berikut:
Distribusi Ulang Gratis
Lisensi distribusi tidak melarang pihak manapun untuk menjual atau memberikan software sebagai bagian dari distribusi software terpadu yang memuat program-program dari beberapa sumber yang berbeda. Lisensi seharusnya tidak mensyaratkan royalti atau biaya lain untuk hal tersebut.
Kode Sumber
Program harus menyertakan kode sumber, dan harus mengizinkan distribusi kode sumber sebagaimana distribusi bentuk terkompilasinya. Jika sebuah produk tidak didistribusikan dengan kode sumbernya, harus ada sarana yang terpublikasi baik untuk mendapatkan kode sumber dengan mudah. Kode sumber harus dalam bentuk yang memudahkan programmer untuk memodifikasi program tersebut. Bentuk intermediet, seperti output preprosesor atau translator tidak diperbolehkan.
Kerja Turunan
Lisensi harus mengizinkan modifikasi dan penerusan hasil kerja oleh orang lain, serta harus mengizinkannya untuk didistribusikan di bawah lisensi yang sama dengan software aslinya.
Integritas Penulis Kode Sumber
Lisensi dapat melarang kode sumber untuk didistribusikan ulang dalam bentuk termodifikasi hanya jika lisensi mengizinkan distribusi file-file tambahan beserta kode sumber untuk tujuan memodifikasi progran pada masa pembangunan. Lisensi harus secara eksplisit mengizinkan distribusi software yang dibangun dari modifikasi kode sumber. Lisensi mungkin mensyaratkan hasil kerja turunan untuk menggunakan nama atau versi yang berbeda dari software aslinya.
Tak Ada Diskriminasi terhadap Pribadi atau Golongan
Lisensi tidak boleh mendiskriminasi pribadi atau golongan manapun.
Tak Ada Diskriminasi terhadap Bidang atau Usaha Tertentu
Lisensi tidak boleh melarang siapapun untuk memanfaatkan program dalam bidang atau usaha tertentu. Misalnya, tidak boleh melarang program untuk digunakan di bidang bisnis, atau digunakan dalam riset genetika.
Distribusi Lisensi
Hak-hak yang dimiliki oleh program harus dapat diaplikasikan oleh semua orang yang menerima distribusi program tersebut, tanpa perlu penambahan lisensi oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
Lisensi Tidak Spesifik untuk Satu Produk
Hak-hak yang dimiliki program bukan karena program tersebut menjadi bagian distribusi software tertentu. Jika program tersebut dipisahkan dari distribusi tersebut dan digunakan atau didistribusikan di bawah lisensi program, semua pihak yang menerima distribusi tersebut mempunyai hak yang sama sebagaimana hak yang dipunyai oleh distribusi software asal.
Lisensi Tidak Membatasi Software Lain
Lisensi tidak boleh melakukan pembatasan terhadap software lain yang didistribusikan bersama dengan software yang diberi lisensi. Misanya, lisensi tidak boleh memaksa agar semua program lain yang didistribusikan melalui medium yang sama harus merupakan open source software.
Lisensi Harus Netral terhadap Teknologi
Tidak ada syarat lisensi yang merupakan predikat dari suatu teknologi atau gaya antarmuka tertentu.